4 Saham Bank Himbara Menguat Berjamaah, Otw Rekor Lagi?


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia РEmpat saham perbankan BUMN atau bank Himbara terpantau menguat pada perdagangan sesi I Selasa (6/2/2024), di tengah ekspektasi pasar bahwa pembagian dividen dari saham bank Himbara semakin membaik.

Berikut pergerakan empat saham bank Himbara pada sesi I hari ini pada pukul pukul 09:15 WIB.








Emiten Kode Saham Harga Terakhir Perubahan Harga
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 5.825 0,87%
Bank Negara Indonesia (Persero) BBNI 5.775 0,43%
Bank Tabungan Negara (Persero) BBTN 1.275 0,39%
Bank Mandiri (Persero) BMRI 6.850 0,37%

Sumber: RTI

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham bank Himbara yang penguatannya paling kencang di sesi I hari ini, yakni menguat 0,87% ke posisi Rp 5.825/unit.

Sedangkan penguatan saham bank Himbara paling minor pada sesi I hari ini dibukukan oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat 0,37% menjadi Rp 6.850/unit.

Cerahnya empat saham bank Himbara terjadi di tengah pelaku pasar yang masih merespons positif dari kinerja keuangan beberapa bank Himbara pada 2023 yang cukup baik bahkan beberapa berhasil mencetak rekor.

Hingga hari ini, sudah ada tiga saham yang telah merilis kinerja keuangannya sepanjang 2023, yakni BBRI, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan BMRI. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) belum merilis kinerja keuangannya pada 2023.

Di BBRI, laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian mencapai Rp 60,2 triliun sepanjang tahun 2023. Perolehan tersebut tumbuh 17,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari perolehan tahun 2022 sebesar Rp 51,40 triliun.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp 1.266,4 triliun, tumbuh 11,2% yoy pada periode Desember 2023. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.068 triliun, atau menyumbang komposisi sebesar 84,4%.

Sedangkan di BBNI, laba bersih pada 2023 mencapai Rp 20,9 triliun. Angka tersebut naik 14,2% yoy. Sementara laba perusahaan anak menyumbang Rp 419,4 miliar, dengan pertumbuhan 36,2% yoy.

Adapun untuk BMRI, laba bersih secara konsolidasi BMRI pada 2023 mencapai Rp 55,06 triliun, naik 33,7% yoy. Capaian ini disokong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 9,08% yoymenjadi Rp 9,89 triliun.

Di lain sisi, membaiknya kinerja keuangan di tiga bank Himbara tersebut pada 2023 membuat pasar berekspektasi bahwa pembagian dividen juga bakal membaik.

Sejatinya, tiga saham bank Himbara yakni BBNI, BBRI, dan BMRI seringkali membagikan dividennya tiap tahun. Bahkan, ketiga saham bank Himbara tersebut juga masuk ke dalam indeks IDX High Dividend 20, indeks yang berisikan saham-saham dengandividendyieldjumbo setiap tahunnya.

CNBC Indonesia Researchmemproyeksikan dividen yang akan dibagikan investor pada tahun ini berdasarkan laba bersih tahun buku 2023 lalu dengan asumsi rata-rata selama tiga tahun Dividend Payout Ratio (DPR) atau alokasi laba yang sudah dikurangi porsi laba ditahan.

Secara nominal, BMRI potensi membagikan dividen paling besar mencapai Rp 335 per lembar, kemudian diikuti BBRI sebesar Rp 304 per lembar, dan BBNI senilai Rp 169 per lembar.

Dari tiga bank tersebut, BBRI sudah membagikan dividen interim, yakni sebanyak Rp84 per lembar. Sehingga jika dikurangi porsi dividen interim, BBRI potensi membagikan dividen sebesar Rp 280 per lembar.

Tentunya, pembagian dividen di empat bank Himbara sangat ditunggu-tunggu oleh pasar. Apalagi jika kinerjanya masih cukup baik dan bahkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, bukan tidak mungkin dividen yang akan dibagikan cukup besar.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Saham Bank Jumbo Bergairah Lagi, Ikut Topang IHSG

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts