Bank Jago Guyur Buana Finance Kredit Rp1,55 T, Duitnya Buat Ini


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan Pembiayaan PT Buana Finance Tbk (BBLD) memperoleh tambahan fasilitas kredit dari PT Bank Jago Tbk, sehingga total fasilitas pinjaman kini mencapai Rp1,55 triliun.

Melansir dari keterbukaan informasi, Direktur Buana Finance Mariani Setyadi menyatakan bahwa jumlah ini mencerminkan 111,13% dari total ekuitas perusahaan per tanggal 31 Desember 2023.

“Tujuan pendanaan ini adalah untuk keperluan modal kerja Perseroan yaitu pemberian kredit Consumer Finance dan Financial Lease,” ujar Mariani dikutip pada Jumat, (17/5/2024)

Mariani menegaskan bahwa tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan, hukum, dan keberlangsungan usaha perusahaan dari kejadian ini, kecuali kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara periodik.

Penandatanganan perjanjian fasilitas ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17, karena nilai pinjaman melebihi 50% dari ekuitas perusahaan.

Sebelumnya, Buana Fiannce sedang gencar menerima pendanaan bank untuk fasilitas kreditnya. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, ia telah menerima kredit Rp 1,25 triliun dari 5 bank.

Tercatat pada 12 Januari 2024 Buana Finance menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari PT Bank QNB Indonesia Tbk senilai Rp 100 miliar dengan tenor 48 bulan.

Kemudian pada 16 Februari 2024 perusahaan menerima fasilitas pinjaman angsuran berjangka Rp 200 miliar dari PT Bank KEB Hana Indonesia dengan tenor 36 bulan.

Lalu pada 19 Maret 2024, BBLD menerima kredit installment loan. Kali ini dari PT Bank Central Asia Tbk. senilai Rp 500 miliar dengan tenor 36 bulan.

Kemudian tiga hari setelahnya atau 22 Maret 2024, perusahaan menandatangani fasilitas kredit term loan dengan PT Bank OCBC NISP Tbk sebesar Rp 300 miliar dengan tenor 48 bulan.

Terakhir, atau pada 26 Maret 2024, BBLD meneken perjanjian kredit fixed loan dengan PT Bank Ganesha Tbk senilai Rp 150 miliar dengan tenor 48 bulan.

Seluruh fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja, yaitu pemberian kredit consume finance dan financial lease. Seluruh kredit dijamin dengan piutang perusahaan.

Adapun BBLD saat ini dikendalikan oleh PT Sari Dasa Karsa dengan kepemilikan 67,6%. Kemudian Bank of Singapore Limited 5,06% dan sisanya masyarakat 27,26%.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Buana Finance Tepis Isu Akuisisi Investor Singapura Akuisisi Rp2,1 T

(ayh/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts