Bos BRI Sebut Agen BRILink di Warung Cuan Rp1,558 T


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengungkapkan fee based income yang dihasilkan Agen BRILink mencapai Rp1,558 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan besaran tersebut berasal dari transaksi melalui hybrid bank di BRI yang tidak pernah kurang dari Rp1.400 triliun lewat Agen BRILink.

Ia mengungkapkan jumlah Agen BRILink sudah mencapai 700.000 di seluruh Indonesia. Sementara itu jumlah desa sebanyak 74 ribu di Indonesia, sehingga rata-rata ada 10 agen dalam 1 desa.

“Transaksinya setahun tidak pernah kurang dari Rp1.400 triliun lewat warung-warung itu. Dan kemudian fee yang diperoleh BRI itu tepatnya Rp1,558 triliun. Padahal fee itu dikumpulkan dari [biaya transaksi] Rp2000-an itu loh, yang kalau orang transfer lewat agen, itu bayar Rp5.000. Rp3.000 untuk warung, yang Rp2.000 untuk BRI,” jelas Sunarso dalam Diskusi Taman BRI, Jumat (12/1/2024).

Menurutnya, masyarakat pun sudah merasa untung dengan kemudahan bertransaksi melalui Agen BRILink tanpa harus pergi ke kantor cabang atau ATM. Sunarso mengatakan hal ini menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial secara bersamaan.

Adapun Agen BRILink mengadopsi hybrid banking, yakni proses internal layanan perbankan telah didigitalisasi sementara proses interaksi dengan nasabahnya masih ‘human touching’ melalui agen.

Hal ini didasari oleh beberapa karakteristik masyarakat. Seperti, sudah piawai menggunakan gadget namun belum familiar dengan produk bank. Kemudian, mereka sadar memiliki arus kas yang rentan. Sunarso mengatakan itu kemudian menyebabkan masyarakat pelaku usaha mikro lebih senang melakukan transaksi perbankan dengan institusi keuangan yang ‘locally embedded’.

Sebagai informasi, BRI melaporkan sampai pada akhir Desember 2023, jumlah Agen BRILink menjadi lebih dari 740 ribu agen. Jumlah itu naik lebih dari 100 ribu agen baru dari setahun sebelumnya.

Sementara itu, volume transaksi Agen BRILink mencapai Rp 1,4 kuadriliun atau tepatnya Rp 1.427 triliun terjadi sepanjang tahun 2023. Meningkat lebih banyak dari periode tahun 2022 yakni Rp 1,3 kuadriliun.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bos BRI Jamin Hapus Tagih Kredit UMKM Tak Ganggu Kinerja BRI

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts