Cari Dana Rp49,44 M, Ini Jadwal IPO Harta Djaya Karya (MEJA)


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan konsultasi desain dan pabrikasi furnitur PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) sedang bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana dengan target dana mencapai Rp49,44 miliar.

Merujuk prospektus Initial Public Offeringnya (IPO), rencananya MEJA akan melepas 480 juta saham atau sekitar 25,03% dari total modal perseroan. Adapun harga penawaran saham berkisar antara Rp100-Rp103 per saham.

Selain itu, perusahaan juga akan menerbitkan 480 juta Waran Seri I untuk pemegang saham baru, yang nantinya dapat diperoleh secara cuma-cuma. PT MNC Sekuritas lah yang bertindak sebagai penjamin emisi efek dalam IPO ini.

Dana yang terkumpul dari IPO ini akan diarahkan untuk modal kerja MKAP, termasuk pembelian aset dan pengembangan sistem informasi.

Rinciannya, Sekitar 24% atau sekitar Rp10.905.600.000 untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan, Sekitar 4% atau sekitar Rp1.817.600.000,- untuk sewa bangunan dan kendaraan serta pengembangan sistem informasi dan jaringan.

Sekitar 72% atau sekitar Rp32.716.800.000,- akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain namun tidak terbatas untuk pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain interior dan pengadaan furnitur.

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri 1, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain namun tidak terbatas seperti pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya produksi dan operasional lainnya.

Saat ini, saham MEJA tercatat dimiliki oleh PT Interra Djaya Karya sebanyak 999,75 juta saham atau setara 69,55% kepemilikan, PT Wahana Investa Niaga sebesar 431,25 juta saham atau setara 30% kepemilikan, dan Richie Adrian Hartanto sebanyak 0,45% saham.

Berikut adalah indikasi jadwal penawaran umum MEJA:
• Masa penawaran awal: 18 Januari-24 Januari 2024
• Tanggal efektif: 29 Januari 2024
• Masa penawaran umum: 31 Januari – 5 Februari 2024
• Tanggal penjatahan: 5 Februari 2024
• Tanggal distribusi saham secara elektronik: 6 Februari 2024
• Tanggal pencatatan saham di Bursa: 7 Februari 2024.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BEI: IPO 3 Tahun Terakhir Selalu Ramai di Kuartal IV

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts