Dipimpin Agoes Projo, Geng AMMN Kompak Jadi Orang Terkaya RI


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah sosok yang berada di balik perusahaan tambang emas-tembaga terbesar kedua RI, Amman Mineral Internasional (AMMN), kompak masuk dalam daftar 50 orang terkaya RI versi Majalah Forbes terbaru.

Sebelumnya, CNBC Indonesia mencatat pasca melantai dan mengalami reli kenaikan harga saham signifikan, setidaknya ada beberapa nama yang akan menjadi orang terkaya baru RI.

Dalam daftar terbaru, tercatat ada 4 nama yang merupakan pemegang saham tidak langsung yang masuk dalam daftar 50 orang terkaya RI 2023. Satu di antaranya adalah nama lama, yakni bos Indomie Anthoni Salim, sedang 3 lainnya baru masuk dalam daftar prestisius ini.

Meski demikian, ada dua nama pemegang saham tidak langsung AMMN yang tidak masuk daftar ini, keduanya adalah Husein Susilo Tjioe dan Hindarto Budiono. Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, keduanya terafiliasi dan memiliki rekam jejak di Grup Salim.

Tahun ini Agoes Projosasmito memimpin ‘geng’ taipan baru dari AMMN. Dirinya juga menjadi orang dengan lompatan peringkat tertinggi, dari semula tidak masuk daftar, tahun ini melonjak ke peringkat 8 dengan harta kekayaan US$ 5,4 miliar (Rp 83,7 triliun).

Nama Agoes Projosasmito sendiri sudah malang melintang di dunia pertambangan. Agoes diketahui dekat dengan Salim, dan merupakan sosok sentral di balik masuknya Salim di Grup BUMI.

Sebelum menjadi bos tambang, Agoes memulai kariernya di industri keuangan. Sebagai investment bankir, salah satu milestone penting dalam karier Alumni Australian National University adalah menjadi Presiden Direktur Danareksa Sekuritas.

Selain itu beberapa posisi penting di industri keuangan yang pernah dijabar Agoes termasuk Komisaris Utama di PT NC Securities, Wakil Presiden Direktur di PT DBS Securities Indonesia, Direktur di PT Merincorp Securities Indonesia, Head of Capital Market di PT Merchant Investment Corp, serta Head of Capital Market di PT Danareksa (Persero).

Kemudian ada keluarga Hilmi Panigoro yang menempati peringkat ke-22 dengan kekayaan US$ 2,8 miliar (Rp 43,3 triliun). Selain dari AMMN kekayaan Hilmi juga diperoleh dari kepemilikan di perusahaan energi milik keluarga Panigoro, Medco Energi Internasional (MEDC).

Terakhir, tepat di bawah Hilmi di peringkat ke-24 ada sosok Presiden Direktur AMMN Alexander Ramlie dengan kekayaan US$ 2,5 miliar (Rp 38,8 triliun). Kekayaannya nyaris secara eksklusif diperoleh dari kepemilikan tidak langsung di AMMN.

Mengutip situs resmi Amman, Alexander telah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Amman Mineral Internasional (AMMAN) sejak tahun 2015. Ia masuk dalam salah satu tim pendiri perusahaan dan berperan sentral dalam akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara.

Saat ini, lulusan Boston University tersebut juga menjabat sebagai Direktur Non-Eksekutif kontraktor pertambangan yang terdaftar di ASX Macmahon Holdings Ltd. Sejak 2011 hingga 2015, Alex menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk. Alex memimpin akuisisi saham mayoritas Bumi PLC oleh Borneo pada 2011.

Sementara itu, dari 2012 hingga 2015 Alex menjabat sebagai Direktur Bumi PLC yang terdaftar di LSE, Wakil Presiden Komisaris/Wakil Ketua Dewan PT Berau Coal Energy Tbk yang terdaftar di BEI, serta anak perusahaan PT Berau Coal.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Saham AMMN Salim Masih Ngacir, Sejak IPO Terbang 123%

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts