Gegara 7 Saham Big Cap Ini, IHSG Terkapar ke 7.100-an Lagi


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (5/2/2024), setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 yang lebih rendah dari 2022.

IHSG ditutup melemah 0,55% ke posisi 7.198,62. IHSG pada hari ini kembali terkoreksi ke level psikologis 7.100, setelah bertahan di level psikologis 7.200 beberapa hari terakhir.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp 11 triliun dengan melibatkan 33 miliaran saham yang diperdagangkan sebanyak 1,1 juta kali. Sebanyak 200 saham terapresiasi, 335 saham terdepresiasi dan 231 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor bahan baku menjadi pemberat terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 1,85%. Selain itu, sektor industri juga menjadi pemberat IHSG yakni sebesar 1,07%.











Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
GoTo Gojek Tokopedia GOTO -12,43 84 -6,67%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI -8,79 5.775 -1,28%
Bank Central Asia BBCA -8,63 9.575 -1,29%
Astra International ASII -6,78 5.175 -2,82%
Dian Swastatika Sentosa DSSA -3,91 125.000 -12,91%
Amman Mineral Internasional AMMN -2,55 7.525 -0,99%
Chandra Asri Petrochemical TPIA -2,40 5.400 -1,37%

Sumber: Refinitiv

Saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi top laggard pada perdagangan hari ini, yakni mencapai 12,4 indeks poin.

IHSG terkoreksi setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) RI pada 2023 hanya tumbuh 5,05%, lebih rendah dari pertumbuhan 2022 yang mencapai 5,31%.

Hal ini tidak terlepas dari situasi global. Pertumbuhan ekonomi global tumbuh tapi melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu negara mitra dagang utama seperti China, Amerika Serikat (AS), dan Jepang serta India membaik pada kuartal IV-2023.

Di sisi lain ada penurunan harga komoditas internasional. Antara lain, batu bara, minyak kelapa sawit yang merupakan komoditas ekspor andalan Indonesia.

Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, dari 14 institusi memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada Oktober-Desember 2023 atau kuartal IV mencapai 5,01% (year-on-year/yoy) dan tumbuh 0,42% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq).

Sebagai catatan, ekonomi Indonesia tumbuh 4,94 (yoy) dan 1,60% (qtq) pada kuartal III-2023. Dengan menghitung pertumbuhan ekonomi kuartal I-III pada 2023 dan proyeksi kuartal IV-2023 maka pertumbuhan ekonomi full year 2023 akan berada di angka 5,04%.

“Kinerja perekonomian sepanjang 2023 menurut komponen pengeluaran seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif di 2023 kecuali yang kontraksi impor 1,65%,” papar Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A. Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (5/2/2024).

Adapun penyumbang utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga yang mampu tumbuh 4,82%. Kemudian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 4,40%.

“Gabungan keduanya beri total kontribusi ke PDB sebesar 82,51%,” jelasnya.

Sementara itu, konsumsi LNPRT tumbuh 9,83%. Realisasi yang cukup tinggi seiring dengan peningkatan aktivitas pemilu.

“Adanya peningkatan aktivitas persiapan pemilu baik yang dilakukan peserta atau penyelenggara pemilu seperti sosialisasi rakernas rakerda dan konsolidasi nasional,” terang Amalia.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


IHSG Loyo di Perdagangan Perdana 2024, Ini Penyebabnya

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts