Grab Blak-blakan Alasan di Balik Keputusan PHK Karyawan

Jakarta, CNBC Indonesia – Grab Indonesia buka suara terkait alasannya mengambil keputusan pahit bagi para karyawannya yang bekerja di lini bisnis Grab Kitchen. Bisnis ‘dapur sewa’ itu dinilai tidak konsisten dan adanya peralihan menjadi model bisnis aset ringan.

Read More

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, selama empat tahun berjalan bisnis tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga, terpaksa mengambil keputusan sulit agar tidak membebani kinerja keuangannya.

“Kalau kita udah coba, cobanya¬†sudah 4 tahun dari 2018 dan tetap pertahanan waktu pandemi, dan setelahnya kita lihat juga tidak terlihat, ya, memang keputusan yang sangat sulit harus dibuat,” ujarnya dalam acara CEO Forum di Hotel Westin Jakarta, Senin (22/11/2022).

Menurutnya, perusahaan digital teknologi harus melakukan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi pangsa pasarnya. Ternyata, produk tersebut tidak sesuai dengan pangsa pasar.

“Ini artinya produk market fitnya nggak cocok. Dan dalam dunia bisnis itu biasa. Tapi kami melakukan dan memastikan untuk 4 tahun dan kami mengambil keputusan sulit,” sebutnya.

Dalam pengambilan keputusan pun, kata Neneng, pihaknya tetap berkomunikasi dengan para merchant.

Langkah berat ini berdampak langsung pada belasan karyawan Grab, salah satunya, Grab memberikan kesempatan untuk menjajaki posisi yang tersedia di divisi lain.

“Kalau dari karyawannya, karena Grab cukup besar, kami tawarkan mencari di tempat lain. Oleh sebab itu yang kena cuma belasan. Karena yang belasan itu ada dua, katanya mereka pingin dapet pakage dan sebagainya, ada yang memang yaudah saya ambil. Ada orang yang memilih itu dan mereka mengambil kesempatan untuk hal lain,” jelasnya.

“Dan Semua perusahan saya yakin akan melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Grab Kitchen akan ditutup 19 Desember 2022 setelah empat tahun beroperasi. Chief Communications Officer Grab Indonesia, Mayang Schreiber mengatakan, untuk pegawai yang tidak di perusahaan lagi, maka Grab akan memberikan kompensasi dan pemenuhan kewajiban sesuai regulasi. Selain itu juga diberikan kompensasi tambahan di luar kompensasi wajib.

“Bagi yang pada akhirnya berpisah dengan Grab sesuai ketentuan perusahaan, selain kompensasi dan pemenuhan kewajiban sesuai regulasi,” jelasnya.

“Kami berharap upaya ini dapat membantu karyawan yang terdampak dalam keadaan yang tidak mudah ini. Atas kebersamaan yang telah terbina, besar terima kasih kami pada semua”.

Berikut kompensasi tambahan dan program manfaat tambahan kepada para pegawai Grab Kitchen.

1. Kompensasi Tambahan (di luar kompensasi wajib)

– Kompensasi tambahan berdasarkan itikad baik perusahaan/Goodwill Payment dengan jumlah sesuai kebijakan perusahaan.

– Kompensasi tambahan terkait periode pemberitahuan kepada karyawan/Notice Payment.

2. Program Manfaat Tambahan

– Perpanjangan asuransi kesehatan hingga 31 Desember 2022.

– Pencairan dana fleksibel karyawan/GrabFlex.

– Pencairan sisa hari cuti, untuk cuti tahunan serta cuti hamil untuk ibu (maternity leave) dan cuti ayah (paternity leave).

– Dukungan konseling melalui Grabber Assistance Programme.

– Kesempatan untuk menjajaki posisi yang tersedia di divisi lainnya dalam ekosistem Grab

– Beragam program pelatihan yang mencakup: perencanaan karir, teknik pencarian kerja, personal branding, dll.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Aduh! Investor GoTo-Grab Ini Mau PHK 20% Karyawan

(RCI/dhf)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts