Hampir 1 Dekade, Ini Sederet Komitmen J Trust Bank


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Sepak terjang PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) atau J Trust Bank cukup panjang dan penuh dengan komitmen. Komitmen ini pula yang membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin J Trust Co., Ltd mengakuisisi mayoritas saham bank yang dahulu berlabel Bank Mutiara, ketimbang 10 investor lain.

Komitmen Grup dalam mengembangkan J Trust Bank pun dilakukan secara terukur, lewat berbagai penguatan. Baik dari sisi bisnis dan tata kelola perusahaan. Tidak ketinggalan juga dari sisi penguatan permodalan. Menarik melihat sejauh mana investor asal Negeri Sakura ini menilai industri perbankan di Indonesia.

Lewat semangat “We will continue to grow sustainably, heading into the next phase of growth and milestones provide positive contribution to community,” J Trust Group menunjukkan komitmennya terhadap penguatan bank dengan kode emiten BCIC.

Sejak masuk menjadi pemegang saham pengendali pada 2014, J Trust Bank didorong menjadi bank yang membahagiakan masyarakat Indonesia dengan memberikan pelayanan yang menyenangkan melalui ide-ide baru dan produk-produk keuangan yang inovatif.

Lewat kultur dan semangat Kaizen, J Trust Bank dikelola secara profesional yang bertumpu pada kepuasaan nasabah namun tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dari seluruh elemen perusahaan. Secara harfiah, Kaizen terdiri dari dua huruf kanji, yakni Kai dan Zen. Kai memiliki arti perubahan dan Zen memiliki arti kebaikan. Sehingga bisa diartikan, Kaizen pada dasarnya berarti perbaikan secara terus menerus pada setiap orang termasuk manajemen puncak maupun karyawan.

Berdasarkan prinsip tersebut perseroan mampu merealisasikan berbagai pencapaian. Yang paling pertama dilakukan adalah dengan melakukan rebranding perusahaan pada 2015, menjadi PT. Bank JTrust Indonesia Tbk atau J Trust Bank. Lalu, periode berikutnya adalah masa penguatan tata kelola yang ditunjukkan lewat perubahan struktur manajemen hingga tahun 2019.

Lewat perubahan tersebut, membuat saham J Trust Bank dengan kode BCIC kembali dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2020.

Lalu untuk memenuhi ketentuan permodalan minimum perbankan sesuai dengan arahan OJK, perseroan mampu melakukan serangkaian strategi penguatan. Sebelumnya, J Trust Co., Ltd telah melakukan penambahan setoran modal sebagai bagian dari komponen modal inti sehingga modal inti Perseroan tercatat sebesar Rp 2,21 triliun pada 31 Desember 2021.

Sedangkan pada tahun 2022, J Trust Co., Ltd telah melakukan penambahan setoran modal yang membuat modal inti J Trust Bank di akhir tahun 2022 menjadi Rp 3,10 triliun. Adapun per September 2023, modal inti perseroan sudah mencapai Rp 3,12 triliun, yang tentunya memenuhi minimal modal yang ditentukan OJK sebesar Rp 3 triliun.

“Permodalan dan kualitas kredit bank tetap kuat, dan bank juga mengelola untuk meningkatkan efisiensi biaya untuk terus mendukung kami dengan baik di sepanjang tahun ini dan seterusnya,” tukas Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Sementara itu dalam menjalankan bisnis di Tanah Air, J Trust Bank membidik beberapa segmen utama seperti korporasi dan komersial. Namun demikian, di masa depan bank yang menggandeng JKT48 sebagai brand ambassador ini juga akan fokus mengembangkan segmen ritel, baik usaha kecil dan menengah (UKM) pun konsumer.

“Kita ini memang bank yang haus pertumbuhan, ingin dikenal di market sebagai bank yang terus tumbuh. Menurut saya tahun ke depan tidak akan beda dengan dua tahun ke belakang. Bank kami ada beberapa segmentasi. Ke depan kami mau yang ritel juga, karena lebih stabil dan less risky (risiko terukur),” ujar Direktur Bisnis J Trust Bank, Widjaja Hendra. 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Laba Bank JTrust Indonesia Terbang 476,57%, Ini Penyebabnya

(bul/bul)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts