IHSG Finish Cerah, Sedikit Lagi Sentuh 7.200-an


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup bergairah pada perdagangan Jumat (15/12/2023), di tengah prospek berakhirnya era suku bunga tinggi yang semakin terlihat setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) mengindikasikan akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada pertengahan tahun depan.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup menguat 0,21% ke posisi 7.190,99. Tinggal sedikit lagi IHSG menyentuh level psikologis 7.200.

Nilai transaksi IHSG pada hari ini mencapai sekitaran Rp 21 triliun dengan melibatkan 25 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1 juta kali. Sebanyak 240 saham menguat, 278 saham melemah dan 241 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor energi menjadi penopang terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 1,59%. Selain teknologi, sektor infrastruktur juga menjadi movers IHSG yakni sebesar 1,47%.

Sementara dari saham yang menopang IHSG pada hari ini, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 12,1 indeks poin. Saham BBCA melonjak 1,93% ke posisi Rp 9.225/unit.

IHSG kembali bergairah terjadi di tengah optimisme pasar bahwa era suku bunga tinggi akan berakhir pada tahun depan, setelah The Fed mengindikasikan akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada pertengahan tahun depan.

Pada Kamis dini hari waktu Indonesia, The Fed mengumumkan bahwa suku bunga masih di tahan di angka 5,25-5,5%. Suku bunga yang di tahan ini merupakan ketiga kalinya yang dimulai sejak September 2023.

Chairman The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers, mengatakan jika inflasi sudah bergerak sesuai keinginan The Fed. Namun, dia mengingatkan jika inflasi masih tinggi. Dia mengingatkan jika upaya menurunkan inflasi ke target mereka yakni 2% bisa berubah dan masih belum pasti.

“Inflasi sudah melandai dari titik puncaknya tetapi tidak disertai dengan kenaikan signifikan pengangguran Ini adalah kabar yang sangat baik. Namun, inflasi masih terlalu tinggi,” tutur Powell, dikutip dariCNBC International.

Seiring dengan keputusan untuk tetap mempertahankan suku bunga, anggota komite memperkirakan setidaknya tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Sebanyak delapan anggota memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga setidaknya 75 bps pada tahun depan sementara lima lainnya memperkirakan pemangkasan suku bunga lebih dari 75 bps. Median ekspektasi suku bunga ada di angka 4,6% dalam dot plot terbaru, turun dibandingkan 5,1% pada proyeksi September.

Pasar telah mengantisipasi secara luas keputusan untuk tetap mempertahankan suku bunga tersebut, yang dapat mengakhiri siklus kenaikan suku bunga sebanyak 11 kali, mendorong suku bunga The Fed ke level tertinggi dalam lebih dari 22 tahun.

Berdasarkan survei dari perangkat CME FedWatch pada 14 Desember 2023 pukul 08:32 waktu setempat, menunjukkan bahwa The Fed tampak akan melanjutkan penahanan suku bunganya pada pertemuan Januari 2024 dan mulai memangkas suku bunganya pada Maret 2024.

Pemangkasan suku bunga The Fed diproyeksi mulai dilakukan pada Maret 2024 sebesar 25 bp hingga September 2024 dengan total 125 bp dan hingga Desember 2024 sebesar 150 bp hingga menjadi 3,75-4%.

Di lain sisi, neraca dagang Indonesia tercatat lebih rendah dibandingkan perkiraan konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia.

Hari ini (15/12/2023), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus kali ini mencapai US$2,41 miliar dengan ekspor yang mencapai US$22 miliar, turun 8,56% dibandingkan bulan November 2022. Adapun, secara bulanan nilai ekspor turun tipis sebesar 0,67%.

Sementara impor mencapai US$19,59 miliar, tumbuh 3,29% secara year on year (yoy). Secara bulanan impor tumbuh 4,89%.

Dengan hasil ini, maka dapat disimpulkan bahwa surplus ini merupakan surplus beruntun untuk ke-43 kali.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Jumlah IPO 2023 Cetak Rekor, IHSG Kok Gini-Gini Aja?

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts