Investasi Masuk Rezim Baru, Aset Ini Paling Dicari Orang


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Studi Investor Global Schroders memaparkan cara memandang masyarakat terhadap lanskap investasi. Hal itu berdasarkan survey lebih dari 23.000 orang yang berinvestasi dari 33 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Berdasarkan hasil survey, 78% mengatakan bahwa saat ini telah memasuki sebuah rezim baru dalam kebijakan dan perilaku pasar. Namun, hanya 54% yang telah mengubah strategi mereka untuk memperhitungkan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.

Sementara, sebanyak 83% orang percaya bahwa keterlibatan dengan perusahaan mengenai keberlanjutan akan bermanfaat bagi investasi mereka. Sedangkan, sebanyak 56% investor akan berinvestasi dalam private assets untuk meningkatkan kinerja.

Belakangan, instrumen investasi di Indonesia sendiri banyak terdampak dari gejolak ekonomi global dan tahun politik. Banyak investor yang cenderung melakukan aksi wait and see hingga adanya kepastian pemimpin baru di RI.

Di sisi lain, fenomena makan tabungan karena seretnya likuiditas juga menghantui masyarakat kelas menengah. Tingkat inflasi yang tinggi, dan daya beli yang menurun menjadi faktor pemberat yang membebani keuangan masyarakat Indonesia.

Ke depan, publik percaya investasi yang berkaitan dengan environment, social and governance (ESG) akan makin diminati dan prospektif. Tak heran jika kini banyak investor masuk ke instrumen-instrumen saham energi terbarukan, obligasi hijau hingga reksa dana berbasis lingkungan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kemeriahan Kelas Belajar Saham InvestasiKu Bareng Holi Aziz

(rob/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts