Pasok Pasar Domestik, Target Produksi Inalum Tahun Ini 274.140 Ton


Read More

Batu Bara, CNBC Indonesia – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menaikkan target produksi aluminium untuk tahun 2024 ini mencapai 274.140 ton dari sebelumnya tahun 2023 sebesar 250.000 ton.

Direktur Utama Inalum, Danny Praditya mengatakan target produksi aluminium hingga 274.140 ton tersebut akan terbagi menjadi tiga produk yakni Ingot, Alloy, dan Billet. Adapun ketiga produk tersebut akan diprioritaskan untuk pasar dalam negeri atau pasar domestik.

“Tahun 2024 ini kami menargetkan 274.140 ton dari beberapa produk mulai Ingot, Billet, dan Alloy. Itu semua aluminium dan kita prioritaskan untuk pasar domestik dan kalau ada kelebihan baru kita ekspor,” bebernya kepada CNBC Indonesia saat ditemui di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, dikutip Minggu (7/1/2024).

Lebih detail, target produksi Ingot tahun ini sebesar 197.407 ton, untuk produk Alloy sebesar 39.420 ton, sedangkan Billet sebanyak 29.237.

Dalam catatan Inalum, produksi keseluruhan per Jumat (5/1/2024) mencapai 2.647 ton.

Adapun, Danny mengatakan pasokan alumina (feedstock) untuk mencapai target produksi saat ini masih dipasok dari pasar domestik maupun impor.

“Kita masih melakukan pembelian (alumina) di market baik itu domestik maupun impor,” ucapnya.

Namun, dia mengatakan masih dalam lingkup tahun 2024 ini, perusahaan akan memasok alumina dari proyek yang saat ini dibangun oleh perushaan yakni Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), Mempawah, Kalimantan Barat.

Dia mengungkapkan proyek SGAR akan mulai beroperasi pada Semester I-2024 ini.

“Feedstock kita berharap di Semester I-2024 proyek Smelting Grade Alumina Refinery di Mempawah itu sudah bisa beroperasi atau sudah bisa di commissioning,” ungkap Danny.

Dia juga mengatakan bahwa proyek SGAR tersebut akan beroperasi atau first delivery pada bulan September atau Oktober tahun 2024 ini.

“Mulai berproduksi dan first delivery itu di bulan September atau Oktober 2024. Kalau itu sudah mulai berproduksi kita akan pasok dari sana bagaimana ore-nya sendiri, bijih bauksitnya sendiri dari klien ataupun dari produk,” tandasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts