Pendapatan & Saham Terus Turun, Emiten Manufaktur PTSN Layak Koleksi?

Jakarta, CNBC Indonesia- Emiten bidang penyedia jasa manufaktur elektronik PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) mengalami tren penurunan harga saham seiring dengan tren penurunan pendapatan sejak 2018. Meski demikian, laba bersih PTSN menunjukkan adanya tren pertumbuhan.

Harga saham PTSN telah terkoreksi mengalami koreksi signifikan mencapai 67% dari titik tertingginya pada harga Rp 747 per saham menjadi Rp 238 per saham. Penurunan ini terjadi seiring dengan tren penurunan pendapatan PTSN sejak 2018 yang awalnya sebesar Rp 5,4 triliun tersisa Rp 2 triliun pada 2023 yang disetahunkan menggunakan metode Trailing Twelve Months (TTM).

Lantas, apakah yang sebenarnya terjadi pada kinerja PTSN dalam beberapa tahun terakhir? Serta, bagaimana prospek perusahaan ke depan?

Selengkapnya simak ulasan Equity Analyst CNBC Indonesia Research, Reza Ilham Taufani dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Jum’at, 23/02/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts