Saham MSIN Ambles Parah 2 Hari, Gegara Isu Stock Split-HMETD?

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten konten digital Grup MNC yakni PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terpantau ambles pada perdagangan sesi I Selasa (19/9/2023).

Read More

Per pukul 10:15 WIB, saham MSIN terpantau ambles 23,86% ke posisi harga Rp 2.010/saham. Bahkan, saham MSIN sudah terkoreksi parah selama dua hari terakhir.

Saham MSIN sudah ditransaksikan sebanyak 6.932 kali dengan volume sebesar 3,28 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 7,17 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 24,39 triliun.

Hingga pukul 10:15 WIB, di order bid atau beli, antrian pada harga Rp 1.980/saham atau batas bawahnya pada hari ini menjadi yang paling banyak, yakni mencapai 987 lot atau sekitar Rp 195 juta.

Sedangkan di order offer atau jual, antrian di harga Rp 2.100/saham menjadi yang paling banyak yakni mencapai 266 lot atau sekitar Rp 55 juta.

Amblesnya saham MSIN terjadi di tengah adanya rumor bahwa perseroan berencana melakukan kembali dua aksi korporasi yakni stock split dan right issue. Padahal, kedua aksi korporasi ini belum lama dilakukan perseroan.

Adapun stock split MSIN sebelumnya dilakukan pada November 2020, dengan rasio 1:2 dari sebelumnya sebesar Rp 100 per saham menjadi Rp 50 per saham.

Namun, perseroan berencana melakukan stock split lagi. Sebelumnya, rencana ini sudah berhembus sejak tahun lalu, tepatnya pada Juli 2022, di mana rencana stock split ini dilakukan dengan rasio 1:20.

Namun, perseroan pun membatalkan mata acara persetujuan stock split dari nilai nominal Rp 50 menjadi Rp 2,5 per saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Juli 2022.

Meski sudah dibatalkan, tetapi isu stock split tersebut kembali berhembus.

Selain stock split, ada isu bahwa perseroan juga berencana melakukan kembali right issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Padahal belum lama ini, yakni Februari lalu, MSIN telah menggelar right issue dengan menerbitkan 1.144.440.000 saham baru. Adapun harga pelaksanaan rights issue pada Februari lalu dipatok di Rp 4.900 per saham.

Isu rencana perseroan yang akan menggelar dua aksi korporasi tersebut membuat ada kemungkinan saham MSIN tengah dijegal oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal ini karena dua aksi korporasi tersebut masih terbilang cukup dekat, apalagi isu rencana right issue yang hanya berjarak tujuh bulan saja.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Sempat Ambles, Saham GOTO Balik Arah Jelang Tutup Pasar


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts