Sukanto Tanoto Siapkan Rp 52 T Buat Caplok Produsen Popok


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan milik onglomerat Indonesia Sukanto Tanoto yaitu pemilik Royal Golden Eagle (RGE) telah mengajukan penawaran untuk mengakuisisi produsen tisu dan popok Vinda International Hong Kong senilai HK$ 26,13 miliar atau setara dengan US$ 3,35 miliar (Rp 51,92 triliun).

Mengutip laman Reuters, RGE merupakan salah satu dari dua penawar terakhir yang ingin mengakuisisi 52% saham Vinda yang dimiliki oleh produsen tisu asal Swedia, Essity.

Penawaran senilai HK$ 23,50 per saham dari unit Isola Castle milik RGE 13,5% lebih tinggi dari harga penutupan Vinda pada hari Kamis. RGE mengatakan bahwa harga tersebut hampir 150% lebih tinggi daripada nilai aset bersih per saham Vinda yang sebesar HK$ 9,41 per 30 Juni tahun ini.

Saham Vinda melonjak sebanyak 9,7% menjadi HK$ 22,70. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak April, sebelum ditutup pada HK$ 22,60 pada hari Jumat setelah pengumuman tersebut.

Essity menyebut, kesepakatan ini sesuai dengan persetujuan dari pihak berwenang, termasuk di China. Harapannya akan selesai pada pertengahan tahun 2024.

Akuisisi ini merupakan yang terbesar ketiga di antara perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Hong Kong tahun ini.

Kesepakatan ini terjadi ketika perusahaan-perusahaan multinasional meninjau kembali keberadaan mereka di Tiongkok atau kepemilikan mereka di bisnis-bisnis negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi Tiongkok.

RGE yang berkantor pusat di Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua pemegang saham terbesar Vinda, Essity dan pendiri Vinda, Li Chao Wang, yang memiliki 72,63% saham perusahaan, telah setuju untuk menerima tawaran tersebut.

Sementara Essity mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa mereka telah menerima tawaran tersebut, yang akan memberikan sekitar HK$ 15 miliar dalam bentuk uang tunai. Pihaknya ingin menjual sahamnya di Vinda untuk mengurangi porsi penjualan divisi jaringan konsumen dari grup.

RGE mengatakan tidak memiliki rencana untuk merombak operasi Vinda, termasuk pemindahan aset tetap atau perubahan besar dalam manajemen atau karyawan Vinda. RGE akan mendanai penawaran ini dengan kombinasi pembiayaan internal dan eksternal.

“Visi Vinda adalah untuk menjadi pilihan utama di Asia untuk produk dan layanan kebersihan berkualitas tinggi,” ujar Belinda Tanoto, Managing Director RGE, dalam sebuah pernyataan.

Ia menyebut, RGE ingin memanfaatkan pertumbuhan konsumen di Asia untuk membangun bisnis yang lebih kuat, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan.

Mengutip Bursa Efek Hong Kong, Belinda, yang merupakan putri Tanoto, mengakuisisi lebih dari 7% saham Vinda melalui Beaumont Capital Fund pada bulan Oktober 2023.

Didirikan oleh Tanoto pada tahun 1973, RGE telah berkembang menjadi sebuah grup global perusahaan manufaktur berbasis sumber daya alam di berbagai bidang usaha, mulai dari pulp dan kertas sampai energi dengan aset lebih dari US$ 35 miliar dan 70.000 karyawan, demikian menurut situs webnya.

BNP Paribas dan CICC menjadi penasihat keuangan bersama untuk RGE dalam penawaran ini, sementara HSBC menjadi penasihat Vinda dan Bank of America untuk Essity.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Grup Rajawali Akan Lego Saham Golden Eagle Energy (SMMT)

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts