Ternyata Ini Penyebab IHSG Ambruk 1,3%


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambruk lebih dari 1% pada perdagangan sesi II Senin (18/12/2023), di mana salah satu pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar kembali sedikit pesimis bahwa era suku bunga tinggi akan berakhir pada tahun depan.

Per pukul 15:22 WIB, IHSG ambruk 1,3% ke posisi 7.097,6413. IHSG terkoreksi ke level psikologis 7.000, setelah beberapa hari bertahan di level psikologis 7.100.

IHSG ambles mengekor bursa Asia-Pasifik yang juga terkoreksi pada hari ini. Sekitar pukul 15:15 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,64%, Hang Seng Hong Kong merosot 0,97%, Shanghai Composite China terkoreksi 0,4%, Straits Times Singapura turun tipis 0,03%, dan ASX 200 Australia terdepresiasi 0,22%.

Investor di Asia-Pasifik juga akan mengawasi pertemuan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) pekan ini, meskipun spekulasi baru-baru ini bahwa bank tersebut akan beralih dari kebijakan moneter ultra-longgarnya telah memudar dan para pengamat memperkirakan akan ada pergerakan di tahun baru.

Selain itu, masih adanya pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang masih bernada hawkish membuat pasar sedikit cemas bahwa sikap bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) masih terpecah dan membuat prospek berakhirnya era suku bunga tinggi tidak tercapai.

Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan penurunan suku bunga bukanlah menjadi topik utama The Fed saat ini.

Dilansir dariCNBC International, Williams mengatakan masih terlalu dini untuk memikirkan pemangkasan suku bunga. Ia pun menegaskan bahwa The Fed akan tetap bergantung pada data dan jika tren penurunan inflasi berbalik, pihaknya siap untuk memperketat kebijakan lagi.

“Sepertinya kita sudah mendekati atau mendekati batasan tersebut dalam hal pembatasan yang cukup, namun keadaan bisa berubah,” kata Williams.

Meski begitu, mayoritas pejabat The Fed pada pertemuan edisi Desember 2023 tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga dapat dilakukan setidaknya pada pertengahan tahun depan.

Sebanyak 17 anggota memperkirakan pemangkasan suku bunga tahun depan sementara hanya dua yang memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga. Tidak ada anggota FOMC yang memperkirakan suku bunga akan naik tahun depan.

Di lain sisi, investor juga cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada Kamis pekan ini. Rapat Dewan Gubernur (RDG) akan dilaksanakan mulai Rabu hingga Kamis dan diperkirakan akan kembali menahan suku bunganya di level 6%.

Sebelumnya pada November 2023, BI menahan suku bunganya untuk pertama kalinya yang sejalan dengan ekspektasi pasar setelah pada Oktober 2023, BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Sesi 1 IHSG Parkir di Zona Hijau, Ditopang Sektor Kesehatan

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts