Usai Terbang Pekan Lalu, Wall Street Kebakaran Hari Ini


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Amerika Serikat, Wall Street, langsung kebakaran pada awal perdagangan di hari pertama pekan ini, Senin (5/2/2024). Indeks Dow Jones melemah 0,42% ke 38.492,35. Indeks S&P melandai 0,21% ke 4.948,36 sementara indeks Nasdaq turun 0,08% ke 15.616,26.

Ambruknya bursa Wall Street berbanding terbalik pada pekan lalu di mana indeks terbang. Pekan lalu, indeks S&P melesat 1,4% sepekan, indeks Nasdaq melonjak 1,1% sementara indeks Dow Jones terbang 1,4% sepekan.
Artinya, bursa Wall Street mampu menguat sepekan dalam empat pekan beruntun.

Pergerakan bursa Wall Street akan dipengaruhi oleh pernyataan Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Powell dalam wawancaranya di ““60 Minutes” di CBS mengatakan jika The Fed akan berhati-hati dalam memangkas suku bunga tahun ini.

“Kami ingin melihat bukti yang lebih meyakinkan jika inflasi melaju ke kisaran 2% sebelum mengambil langkah yang sangat penting berupa pemangkasan suku bunga,” tutur Powell, dikutip dari CNBC International.

Powell mengingatkan jika kebijakan pengetatan suku bunga diperkirakan bisa menyebabkan “banyak penderitaan” tetapi hal yang dia takutkan tidak terjadi. Dia menambahkan jika ekonomi AS akan kuat meskipun ada pemilu presiden pada November mendatang.

“Dengan ekonomi yang sangat kuat, sepertinya kita bisa mulai bertanya kapan memangkas suku bunga,” tutur Powell.

The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% pada pekan lalu.

Selain The Fed, pergerakan bursa AS masih akan diwarnai oleh laporan keuangan perusahaan. Dari 230 perusahaan yang listing di indeks S&P, sebanyak 80% melaporkan kinerja keuangan du atas ekspektasi.

Meta melaporkan pendapatan mereka pada Oktober-Desember 2023 sebesar US$ 40,1 miliar dan laba sebesar US$ 14 miliar.
Amazon mencatat pendapatan sebesar US$ 170 miliar pada kuartal terakhir, di atas ekspektasi pasar.

Saham Meta terbang 20% pada perdagangan terakhir pekan lalu setelah mengumumkan akan membagi dividen serta buy back.
Saham Amazon juga terbang 7,9% karena pendapatan mereka di atas ekspektasi pasar.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Imbal Hasil Treasury AS Turun, Wall Street Kompak Menguat

(mae/mae)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts