Emiten Cinta Laura (OASA) Balikkan Rugi Jadi Untung


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Indikator-indikator keuangan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang merupakan emiten energi terbarukan, dimana Cinta Laura menjadi salah satu komisarisnya terus meningkat yang berasal dari kegiatan usaha terkait pengelolaan dan pengolahan limbah. Demikian juga dengan laba perseroan, yang telah mencatatkan angka positif dibanding tahun 2022.

Saat memaparkan kinerja Perseroan dalam acara Public Expose OASA, Jumat (22/12), Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk Bobby Gafur Umar menjelaskan, per 30 September 2023 lalu Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 30,31 miliar, melambung jauh 3.688 persen dibanding perolehan pendapatan usaha tahun sebelumnyan yang hanya Rp.808,5 juta. Ini sekaligus menjadikan Perseroian sukses membalikkan rugi menjadi laba yang meroket 102 persen.

Bobby berharap, beberapa proyek Perseroan yang saat ini sedang dibangun, sudah bisa mulai beroperasi paling lambat pertengahan tahun 2024, sehingga akan mampu menambah tebal kocek Perseroan. “Kami berharap, pertengahan tahun depan semuanya akan memberikan kontribusi pendapatan ke dalam kas Perseroan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan energi Indonesia dalam satu dasawarsa mendatang dipastikan akan mengandalkan energi terbarukan, dan akan bertumpu pada ekonomi kerakyatan serta lingkungan. Hal ini akan membawa dampak positif pada kinerja Perseroan.

“Biomassa itu akan menjadikan Indonesia sangat kuat dalam bidang energi, karena kita memang didukung oleh potensi biomassa yang sangat besar. Kami optimis, biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang akan membawa dan menjadikan Indonesia kuat dan unggul,” kata Bobby dalam paparannya.

Bobby Gafur Umar, menjelaskan, Indonesia dalam dasawarsa mendatang akan terus melanjutkan kebijakan yang mengacu pada swasembada energi. Komitmen kemandirian energi tersebut akan dicapai dengan memacu capaian pengembangan energi terbarukan. “Ini sudah sejalan dengan arah bisnis Perseroan, karena Perseroan sesungguhnya sudah berada di situ,” katanya.

Sejumlah proyek pengembangan biomassa sudah disepakati untuk segera dibangun dan siap beroperasi paling lambat semester pertama 2024. Beberapa lagi siap dioperasikan 2025. Seluruh proyek energi terbarukan tersebut diharapkan dapat semakin menebalkan kocek Perseroan, sekaligus membantu pemerintah dalam memacu pengembangan energi bersih, khususnya yang berbasis biomassa. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bakrie & Brothers (BNBR) Raup Pendapatan Rp 1,96 T Semester I

(rob/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts